skip to main |
skip to sidebar
Pada
kesekian daki, kau-aku bersisian membicarakan wangi rumput liar. Kau-aku
lukiskan, dengan cara yang paling sepi. Agar kau-aku mengerti akan arti
berlega hati. "Pandang aku dengan mesra," desaumu pada kabut di bait
antariksa. Lalu, sebelum ada yang kian ngarai, kau gerai sederet tanya,
tentang adakah rindu yang menoreh di kaki bukit sana?
Yogyakarta, 10 Juli 2013
0 Comments:
Post a Comment