Sunday, 18 October 2015

Sahabat Pena

Ilalang setakat, cerlang di mata yang bintang
Sudah semalaman, gerimis berhamburan di pekarangan
Adakah harimu menyenangkan? kelihatannya langit sedang puitik.
Ada sebilah rindu yang menambang harum di taman
Juga gugur bunga yang menguar begitu binar; membacamu, kata yang teduh. Menulismu, musim yang riuh.

“Kita seperti berada di sebuah festival,” katamu.
Ketika itu aku terapung dalam lengang lautan; mimpi dan hujan.
Mimpi yang telah benar-benar kering, tetapi hujan tak kunjung menyiram.
Adakah yang lebih memilukan?
Lalu surat-suratmu tandang. Menyemai cerita, menuai warna.
“Maukah bersahabat?” Ambillah pena.

Malang, 19 Juni 2015
@rintikkecil