Ilalang setakat, cerlang di mata yang bintang
Sudah semalaman, gerimis berhamburan di pekarangan
Adakah harimu menyenangkan? kelihatannya langit sedang puitik.
Ada sebilah rindu yang menambang harum di taman
Juga gugur bunga yang menguar begitu binar; membacamu, kata yang teduh. Menulismu, musim yang riuh.
“Kita seperti berada di sebuah festival,” katamu.
Ketika itu aku terapung dalam lengang lautan; mimpi dan hujan.
Mimpi yang telah benar-benar kering, tetapi hujan tak kunjung menyiram.
Adakah yang lebih memilukan?
Lalu surat-suratmu tandang. Menyemai cerita, menuai warna.
“Maukah bersahabat?” Ambillah pena.
Malang, 19 Juni 2015
@rintikkecil
Sunday, 18 October 2015
Sahabat Pena
Posted by Rintik Kecil at 14:33
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Comments:
Post a Comment