Monday, 30 December 2013

Secangkir Hujan Desember Ini

Ada daun berkemas karena langit begitu cemas. "Sebentar lagi akan gerimis, sayangku." Lalu ia menatap tempias seorang perempuan yang mengaduh; pada sebait puisi yang lahir dari air mata dan luka.


Seringkali kata menjadi lusuh ketika tak ada lagi yang tercebur dalam rindu yang membasuh, k-i-t-a. Sementara kita hanyalah kau-aku yang membiarkan kenangan tersayat dingin, membaur bersama sekujur sesal yang melilit, dalam pergi yang tak sebenar-benarnya ingin.


"Rindu, sayangku. Hanyalah perihal kamu yang menyelinap pelan-pelan di antara kata yang sepi, yang saling berpandangan. Meski tak bersisian."


Mari sini sebentar, menyeduh secangkir hujan.
















Malang, akhir Desember 2013.

0 Comments: