Saturday, 14 December 2013

Tiga Pagi



Bersama setangkup gerimis dan seduhan teh sepat pukul tiga pagi, kau datang leraikan seteru angin yang gaduh menggangguku menenun cerita.

Di segala ricik yang mericik di sederet huruf yang jelma rindu, kau hamburkan helai-helai mimpi di rambutku, yang lalu kukepang kecil-kecil dan kuberi pita warna-warni. Dalam rangkaian kata yang bergeming di langit hening. Dalam balutan doa yang selalu mempertemukan kita.

Tiga pagi ini, ada desir yang menyisir detik-detik penciptaan ketidakpahaman, yang menyemai apakah. Baiknya pergilah atau lihatlah! Hatiku saat ini sedang dibasahi apa? “Hujan di bulan Desember,” katamu.
Dari kejauhan, seperti bisikan yang samar memanggil, simpul-simpul ingatan yang rengkuh di beberapa jenak, raut kisah yang perih itu, yang tiba-tiba tak jadi murung karena telah lebih dulu, menabuh gandrung.




... Tiga pagi, dari kotaku.

0 Comments: