Sunday, 8 November 2015

Mengunjungi November


Aku ingin mengajakmu bercakap, sekali lagi. November, getir rindu di antara kalender. Mencacah kumparan angan yang menua karena lupa atau lara. Entah, terlampau jarak untuk ditempuh. Kepura-puraan kita, mendinginkan semuanya, membekukan sapa, menyamarkan ragam tanya.

November, aku ingin membungkus jerit dengan jarit. Menentengnya akhir pekan ke perayaan; untuk kausaksikan atau kauabaikan? Pilihan! kadang-kadang bisa seperti perseteruan, seperti kebisuan yang bingung kita apakan, atau seperti nyala lebam yang susah kita buat padam.

Aku menginginkanmu, November. Kembali menjadi sajak yang bersahaja. Menjadi cahaya untuk cahaya, yang saling meminjamkan lengan ketika ada yang merasa hilang. Di sana ada cinta. Ada kau, aku dan persahabatan di dalamnya.
November 2015
@rintikkecil 

You can hear me in


 


0 Comments: