Tuesday, 12 February 2013

Untuk Sebuah Nama

Selapis gerimis tipis bicara
Dalam emosi yang tak bisa dikendalikan
Lalu memungut kosong jiwa
Yang menyisip di antara bait-bait kesendirian

Kotaku hujan seperti biasanya, meluap tanpa permisi
Bahkan di saat tak kubawa payung, tapi tetap kucinta
Bersama hujan aku menari; aku bahagia
Dan sebaris sapamu
Kupercaya bisa cairkan suasana

Karena hujan, aku jadi ingin menulis tentangmu
Yang hadir lewat puisi keindahan
Lewat metafora yang sering tak kumengerti
Lewat isyarat yang tak pernah bisa kusentuh
Lewat warna langit yang selalu gagal kutebak

: dan tak akan pernah habis cerita tentang kamu, sosok yang aku kagumi di luar batas pemahaman

 Malang, 20 Oktober 2012


0 Comments: