I
Ada yang terlewatkan sedikit
tentang
Ranggas rasa dalam kemarau
Saat daun-daun mengering
diam-diam
Memeran warna serupa helai jagung
Melahirkan sentuhan gersang yang
terengah-engah
Karena hanya diukir
setengah-setengah
Hingga entah ini resah, merindu basah
Mendamba dingin yang maya
Dari balik layar langit
Ada yang menyala biru
Yang tak pernah kunama-nama
II
Ada yang tak pernah cukup dan
selalu kurang
Kemudian memberi kesan
serta-merta
Lekuk-lekuk puisi memeran porsi
lebih
Bergeming, berkedip-kedip, mengabu-abu
Pada akar-akar
Ada yang dipermainkan angin
Sebentar-bentar panas
Sebentar-bentar dingin
Mau begini sampai kapan?
Malang, Januari 2013

0 Comments:
Post a Comment