Tuesday, 12 February 2013

Selewat Puisi


I
Ada yang terlewatkan sedikit tentang
Ranggas rasa dalam kemarau
Saat daun-daun mengering diam-diam
Memeran warna serupa helai jagung
Melahirkan sentuhan gersang yang terengah-engah
Karena hanya diukir setengah-setengah
Hingga entah ini resah, merindu basah
Mendamba dingin yang maya
Dari balik layar langit
Ada yang menyala biru
Yang tak pernah kunama-nama

II
Ada yang tak pernah cukup dan selalu kurang
Kemudian memberi kesan serta-merta
Lekuk-lekuk puisi memeran porsi lebih
Bergeming, berkedip-kedip, mengabu-abu
Pada akar-akar
Ada yang dipermainkan angin
Sebentar-bentar panas
Sebentar-bentar dingin
Mau begini sampai kapan?




Malang, Januari 2013

0 Comments: