Tuesday, 12 February 2013

Kaleidoskop Warna


Sanggupkah aku membirukan senja?
Tunggu aku di persimpangan musim

Secangkir harapan tumpah di tiap lembar hari
Selaksa warna kisahnya berpendar di tepian cakrawala
Pun seutas senyum dan sapa hangat tak luput menghamparkan percakapan silang
Perihal tulip dan musim semi

Dan perlahan kita semakin merekatkan jemari
Setelah Keukenhof menapak jejak dari senja hingga dini
Hingga cahaya kuning temaram memudar
Hingga damba sia-sia terbenamkan
Gugur satu per satu bersama warna bunga yang memesona arakan awan
Menjelma menjadi aku, kamu, dan kubang rindu

Maka di setiap laju yang kita kayuh
Kita akan mendamparkan diri dalam larut
Membaur dalam pelukan hamparan puisi keindahan
Kemudian merangkumnya menjadi kaleidoskop perjalanan hati


Malang, Januari 2013

0 Comments: