Sanggupkah aku membirukan senja?
Tunggu aku di persimpangan musim
Secangkir harapan tumpah di tiap
lembar hari
Selaksa warna kisahnya berpendar
di tepian cakrawala
Pun seutas senyum dan sapa hangat
tak luput menghamparkan percakapan silang
Perihal tulip dan musim semi
Dan perlahan kita semakin merekatkan
jemari
Setelah Keukenhof menapak jejak
dari senja hingga dini
Hingga cahaya kuning temaram
memudar
Hingga damba sia-sia terbenamkan
Gugur satu per satu bersama warna
bunga yang memesona arakan awan
Menjelma menjadi aku, kamu, dan
kubang rindu
Maka di setiap laju yang kita
kayuh
Kita akan mendamparkan diri dalam
larut
Membaur dalam pelukan hamparan puisi
keindahan
Kemudian merangkumnya menjadi
kaleidoskop perjalanan hati
Malang, Januari 2013

0 Comments:
Post a Comment