Ketika diam mengecup keterasingan
Menjerat rindu yang mendadak beku
Memancing dilema di antara ujung jengah
Kemudian tersedak pada dua kata: tahu diri
Pada detik-detik yang mencumbui keluh
Selalu saja ada sekat yang membatasi dekat
Sapa manja hanya terjepit basi
Memangku sepi: sendiri
Cuaca hati tak secantik kemarin
Mendung menampar pesona langit biru
Menggoreskan sepatah rasa yang patah
Juga lara yang meluruh menjadi
: Gerimis
untukmu
Malang, Desember 2012

0 Comments:
Post a Comment