Saturday, 1 February 2014

Dari Perempuanmu Yang Tidak Bisa Minum Kopi

Kepada sosok yang kukagumi sampai habis batas sampai,

Aku ingin membayangkan untuk melupakanmu. Aku ingin membayangkan untuk tidak menginginkanmu. Aku ingin membayangkan untuk tidak membutuhkanmu. Tetapi aku mencintaimu.
Aku ingin membayangkan untuk membencimu. Aku ingin membayangkan untuk tidak lagi menulis tentang kamu. Aku ingin membayangkan untuk tidak membayangkanmu. Tetapi aku memikirkanmu.
Maka terkutuklah segala kekhawatiran yang sangat aneh itu. Perihal jarak yang usahlah kita khawatirkan. Karena memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Juga perihal kehilangan yang perlu kita tepiskan dari pikiran. Karena memang tidak ada yang perlu ditakutkan bukan? To stay in love is a choice. Dan yang perlu aku dan kamu lakukan adalah untuk sama-sama berjuang. Memilih untuk selalu bertahan. Sebab, hari ini sampai hari-hari berikutnya, aku dan kamu adalah kita, yang akan saling mencari dan saling menemukan. Aku dan kamu adalah kita, yang selalu percaya dan selalu kembali pada hangat pelukan. Aku dan kamu adalah kita, pertemuan yang sudah digariskan oleh Tuhan. Doa yang diaminkan.
Dan bila mencintaimu adalah salah. Aku tidak akan pernah ingin ada revisi. Maka di antara segala kebosanan yang lalu lalang di kotaku, kamu adalah hal yang paling tidak akan pernah bosan untuk kurindukan. Kamu adalah waktu yang menampung seluruh aku, yang (katamu) tak akan pernah lepas dari pandanganmu. Terima kasih untuk itu.
Apa kabar kotamu? Semoga cerah! Hei, tahukah kamu? Malam ini di kotaku, ada desir yang menyisir. Detak yang merangkak. Geletar yang pijar, di tiap rindu yang tak jemu. Mengarungi namamu: sosok yang kukagumi sampai habis batas sampai.

Dari perempuanmu yang tidak bisa minum kopi,
- @rintikkecil 



0 Comments: