Dear @zarryhendrik
Kriiing..
Kriing.. Kriiing..
Horraaaaay! Tukang Pos Cintaku @dausgonia akhirnya datang. Membawa dan memberikan surat ini padamu,
Zarry... Kau tahu? Aku sangat senang sekali untuk itu. Kau bahkan sudah
seringkali membuatku merasa senang, jauh sebelum ini. Bukankah benar hidup ini sendiri
adalah puisi Zarry? Kita semua tidak akan pernah berhenti menulis bacakan
sajak. Dan pada akhirnya aku ingin bilang
padamu, puisi-puisi yang kau tulis telah membuatku merasa lebih hidup. Kau seperti
memberikan kepada setiap dari mereka ‘nyawa’. Mereka hidup. Mereka ada. Untuk
menginspirasi banyak orang. Karya-karyamu adalah apa yang ingin terus kubaca
ulang. Kubaca lagi. Lagi dan lagi.
Sebelum
kuceritakan lebih banyak tentang tulisanmu di hidupku. (Pas banget kayak judul
salah satu puisimu ya. Puisi yang dengan rasa penuh bahagia bisa kubacakan di
sini https://soundcloud.com/rintikkecil/tulisanmu-di-hidupku.
Zarry, aku curiga kau menulis puisi tersebut tidak dengan pena. Apakah dengan
luka dan air mata?) Kau tidak ingin bertanya siapa aku Zarry? Ah, aku hanyalah
gadis kecil yang menganggumi dari jauh, yang mengagumi karya-karyamu begitu
dekat. Yang berharap pada suatu saat, pada suatu hari yang setiap hari ingin
terus kuyakini, aku bisa bertemu denganmu, mengenalmu, belajar banyak puisi
langsung darimu. Iya, pada suatu hari yang entah kapan nanti (semoga) kau-aku dipertemukan
Tuhan. (Jugakah kau percaya bahwa pertemuan kita dengan siapa pun di dunia ini
sudah diatur olehNya?) Aku ingin berdoa untuk itu. Maukah kau mengamininya
juga?
Dariku,
‘silent reader’ yang tidak bisa diam.
-
@rintikkecil

0 Comments:
Post a Comment