Tuesday, 4 February 2014

Surat Untuk Zarry

Dear @zarryhendrik

Kriiing.. Kriing.. Kriiing..


Horraaaaay! Tukang Pos Cintaku @dausgonia akhirnya datang. Membawa dan memberikan surat ini padamu, Zarry... Kau tahu? Aku sangat senang sekali untuk itu. Kau bahkan sudah seringkali membuatku merasa senang, jauh sebelum ini. Bukankah benar hidup ini sendiri adalah puisi Zarry? Kita semua tidak akan pernah berhenti menulis bacakan sajak.  Dan pada akhirnya aku ingin bilang padamu, puisi-puisi yang kau tulis telah membuatku merasa lebih hidup. Kau seperti memberikan kepada setiap dari mereka ‘nyawa’. Mereka hidup. Mereka ada. Untuk menginspirasi banyak orang. Karya-karyamu adalah apa yang ingin terus kubaca ulang. Kubaca lagi. Lagi dan lagi. 


Sebelum kuceritakan lebih banyak tentang tulisanmu di hidupku. (Pas banget kayak judul salah satu puisimu ya. Puisi yang dengan rasa penuh bahagia bisa kubacakan di sini https://soundcloud.com/rintikkecil/tulisanmu-di-hidupku. Zarry, aku curiga kau menulis puisi tersebut tidak dengan pena. Apakah dengan luka dan air mata?) Kau tidak ingin bertanya siapa aku Zarry? Ah, aku hanyalah gadis kecil yang menganggumi dari jauh, yang mengagumi karya-karyamu begitu dekat. Yang berharap pada suatu saat, pada suatu hari yang setiap hari ingin terus kuyakini, aku bisa bertemu denganmu, mengenalmu, belajar banyak puisi langsung darimu. Iya, pada suatu hari yang entah kapan nanti (semoga) kau-aku dipertemukan Tuhan. (Jugakah kau percaya bahwa pertemuan kita dengan siapa pun di dunia ini sudah diatur olehNya?) Aku ingin berdoa untuk itu. Maukah kau mengamininya juga?



Dariku, ‘silent reader’ yang tidak bisa diam.

- @rintikkecil

0 Comments: