Kepada
perempuan terhebat dalam hidupku,
Bukankah
di sana sedang musim dingin Ma? Jangan lupa untuk selalu memakai jaket yang tebal saat pergi kemana-mana. Jangan lupa juga untuk mandi dengan air hangat. Perihal hujan abu
kemarin, kami di sini baik-baik saja. Mama tidak perlu secemas itu.
Homesick tidak harus selalu pulang ke rumah ya Ma, cukup dengan obrolan kita lewat sejam atau dua jam di telepon. Aku kemarin tidur lebih cepat dari biasanya, mungkin karena terlalu lelah. Oh aku jadi ingat tentang pertemuan kita di mimpi. Tentang Mama dan hangat selimut yang Mama letakkan di tubuhku. Juga tentang peluk dan cium yang menguatkan aku. Tentang bisik yang pelan tetapi masih jelas kudengar. Lalu segenap resah itu jauh dibawa angin ke langit paling entah.
Mama aku rindu, aku mencintaimu. Terima kasih untuk membuatku bisa melihat sesuatu menjadi lebih dekat. Iya, aku pasti bisa. Masih banyak yang harus kukejar dan kuwujudkan. Aku ingin bermanfaat bagi banyak orang.
Ah senangnya. Sudah tidak sabar rasanya tahun ini untuk bisa bertemu dengan Mama.
Dari Indonesia yang selalu merindukanmu.
Malang,
Februari 2014.

0 Comments:
Post a Comment