Wednesday, 5 February 2014

Saat Kau Terlelap

Dear My Little Sister,

Aku jarang mengatakan ini. Tetapi aku menyayangimu. Sangat! Aku menulis surat ini sambil memandangimu yang sedang terlelap, dipeluk mimpi-mimpi indah dan dibisiki doa-doa. Kamu terlelap dengan wajah sepolos bayi. Sambil sesekali mengigau hal-hal yang tak kupahami. Kamu pasti sedang lelah sekali. Kerikil memang silih berganti menancap di kaki. Tetapi kita harus cukup kuat menerjang itu semua sayang. Karena di luar sana masih ada batu yang lebih besar yang harus kita hadapi, yang mengajarkan kita banyak hal tentang hidup, yang pada proses akhirnya akan mendewasakan kita. Bagaimana rasanya menjadi anak kuliahan? Menyenangkan bukan? Selamat untuk hasil studi di semester pertamamu ya. Semoga bisa lebih semangat dan berkah lagi di semester kedua. Aku tahu kamu sangat berusaha keras. Termasuk menghadapi perempuan yang katamu galaknya minta ampun ini kan? Dengarlah, darimu aku justru belajar banyak hal. Kamu masih ingat saat kamu terus dibanding-bandingkan denganku ketika kamu tidak bisa masuk sekolah favorit? Saat kamu diyakini banyak orang tidak bisa seperti aku? Kamu diam (Meski mungkin, kamu pernah menangis diam-diam), kamu selalu membalas kata-kata mereka dengan senyuman. Kamu menyabarkan hatimu. Kamu tidak lantas marah pada keadaan, padaku, pada mereka. Kamu menjalani hidupmu dengan cinta. Dan kamu telah membuktikan itu semua pada kami semua. Kamu menjadi dirimu sendiri. Kamu menemukan jalan yang kamu pilih. Aku bangga kepadamu. Aku bangga memiliki kamu, perempuan terhebat kedua setelah Mama yang menjadi kuatku.
Percayalah di antara kita tidak pernah ada yang perlu dibanding-bandingkan karena kamu hebat lebih dari yang kamu sadari :*
Semoga kita selalu bisa jaga hati, sikap, dan pikiran ya dear. Don’t ever hurt other people’s heart. Amiiiiiiin :)
 
Selamat tidur. Jangan gelisah, tetaplah mimpi indah. 

Dari perempuan yang katamu galaknya minta ampun,
- @rintikkecil

0 Comments: