Dear
My Little Sister,
Aku
jarang mengatakan ini. Tetapi aku menyayangimu. Sangat! Aku menulis surat ini
sambil memandangimu yang sedang terlelap, dipeluk mimpi-mimpi indah dan
dibisiki doa-doa. Kamu terlelap dengan wajah sepolos bayi. Sambil sesekali
mengigau hal-hal yang tak kupahami. Kamu pasti sedang lelah sekali. Kerikil
memang silih berganti menancap di kaki. Tetapi kita harus cukup kuat menerjang
itu semua sayang. Karena di luar sana masih ada batu yang lebih besar yang
harus kita hadapi, yang mengajarkan kita banyak hal tentang hidup, yang pada
proses akhirnya akan mendewasakan kita. Bagaimana rasanya menjadi anak
kuliahan? Menyenangkan bukan? Selamat untuk hasil studi di semester pertamamu
ya. Semoga bisa lebih semangat dan berkah lagi di semester kedua. Aku tahu kamu
sangat berusaha keras. Termasuk menghadapi perempuan yang katamu galaknya minta
ampun ini kan? Dengarlah, darimu aku justru belajar banyak hal. Kamu masih
ingat saat kamu terus dibanding-bandingkan denganku ketika kamu tidak bisa
masuk sekolah favorit? Saat kamu diyakini banyak orang tidak bisa seperti aku?
Kamu diam (Meski mungkin, kamu pernah menangis diam-diam), kamu selalu membalas
kata-kata mereka dengan senyuman. Kamu menyabarkan hatimu. Kamu tidak lantas
marah pada keadaan, padaku, pada mereka. Kamu menjalani hidupmu dengan cinta.
Dan kamu telah membuktikan itu semua pada kami semua. Kamu menjadi dirimu sendiri.
Kamu menemukan jalan yang kamu pilih. Aku bangga kepadamu. Aku bangga memiliki
kamu, perempuan terhebat kedua setelah Mama yang menjadi kuatku.
Percayalah
di antara kita tidak pernah ada yang perlu dibanding-bandingkan karena kamu hebat lebih dari yang kamu sadari :*
Semoga
kita selalu bisa jaga hati, sikap, dan pikiran ya dear. Don’t ever hurt other
people’s heart. Amiiiiiiin :)
Selamat
tidur. Jangan gelisah, tetaplah mimpi indah.
Dari perempuan yang katamu galaknya minta ampun,
- @rintikkecil
Dari perempuan yang katamu galaknya minta ampun,
- @rintikkecil

0 Comments:
Post a Comment