Monday, 10 February 2014

Dear Shah Rukh Khan

Bulan sudah menyembul tetapi belum ada satupun kata yang mencoreti kertasku. Aroma sisa hujan masih menguar menguasai pikiranku. Hujan sepanjang sore tadi deras sekali. Aku menggumam sambil memutar-mutar cangkirku. Cangkir kosong yang cokelat panasnya sudah kuhabiskan. Hujan yang begitu deras selalu bisa membuatku begitu kesulitan membedakan mana yang suara hujan mana yang suara rindu. Oh mungkin suara Shah Rukh Khan bisa memanggilku untuk kembali mengingat apa yang ingin kutulis. Aku meraih laptopku untuk memutar kembali film yang baru saja kutonton, film favorit yang tidak pernah bosan kuputar. Aku mencari adegan dimana suara Shah Rukh Khan bisa kembali kudengar. Dan pada akhirnya, terlahirlah tulisan ini. Tulisan yang kutulis khusus untuk bintang film India tersohor itu.

Dear Shah Rukh Khan,
Apakah Shah? Apakah Rukh? Apakah Khan? Bagaimana aku harus memanggilmu? Ah itu bukanlah hal penting yang perlu dipertanyakan lagi. Ada beribu-ribu hal penting lain yang kertas ini pun pasti kehabisan cara untuk menampung kisahnya. Aku masih begitu ingat Shah saat bagaimana sahabatku menertawaiku karena ia tidak menyangka perempuan keras kepala seperti aku bisa begitu menggilaimu. Aku sama sekali tidak bisa mencerna alasannya menertawaiku. Apa hubungannya keras kepala dengan tidak bisa mengidolakanmu? Tidak cocok? Tidak pantas? Oh! Sangat tidak masuk akal. Lalu aku bertemu dengan sahabatku yang lain. Bertemu dengan seseorang yang sama-sama menggemari film-film India. Kau tahu apa yang kurasakan saat itu juga? Satu kata saja; bahagia.

Maka, aku tidak bisa mencegah diriku untuk tidak menceritakan tentangmu saat kau sukses membintangi film-film yang juga sukses membuatku jatuh cinta itu. Kal Ho Na Ho, Kabhi Kushi Kabhie Gham, Kuch Kuch Hotta Hai, Mohabbaten, My Name Is Khan, Rab Ne Bana Jodhi, dan masih banyak film-film lainnya.

P.S : Zzzttt... Semoga sahabatku sedang tidak tertawa saat sedang membaca tulisan ini.

Penggemarmu nomor satu,
@rintikkecil

0 Comments: