Bulan
sudah menyembul tetapi belum ada satupun kata yang mencoreti kertasku. Aroma sisa
hujan masih menguar menguasai pikiranku. Hujan sepanjang sore tadi deras
sekali. Aku menggumam sambil memutar-mutar cangkirku. Cangkir kosong yang cokelat
panasnya sudah kuhabiskan. Hujan yang begitu deras selalu bisa membuatku begitu
kesulitan membedakan mana yang suara hujan mana yang suara rindu. Oh mungkin
suara Shah Rukh Khan bisa memanggilku untuk kembali mengingat apa yang ingin
kutulis. Aku meraih laptopku untuk memutar kembali film yang baru saja
kutonton, film favorit yang tidak pernah bosan kuputar. Aku mencari
adegan dimana suara Shah Rukh Khan bisa kembali kudengar. Dan pada akhirnya,
terlahirlah tulisan ini. Tulisan yang kutulis khusus untuk bintang film India
tersohor itu.
Dear
Shah Rukh Khan,
Apakah
Shah? Apakah Rukh? Apakah Khan? Bagaimana aku harus memanggilmu? Ah itu
bukanlah hal penting yang perlu dipertanyakan lagi. Ada beribu-ribu hal penting
lain yang kertas ini pun pasti kehabisan cara untuk menampung kisahnya. Aku
masih begitu ingat Shah saat bagaimana sahabatku menertawaiku karena ia tidak
menyangka perempuan keras kepala seperti aku bisa begitu menggilaimu. Aku sama
sekali tidak bisa mencerna alasannya menertawaiku. Apa hubungannya keras kepala
dengan tidak bisa mengidolakanmu? Tidak cocok? Tidak pantas? Oh! Sangat tidak
masuk akal. Lalu aku bertemu dengan sahabatku yang lain. Bertemu dengan
seseorang yang sama-sama menggemari film-film India. Kau tahu apa yang
kurasakan saat itu juga? Satu kata saja; bahagia.
Maka, aku tidak bisa mencegah diriku untuk tidak menceritakan tentangmu saat kau sukses membintangi film-film yang juga sukses membuatku jatuh cinta itu. Kal Ho Na Ho, Kabhi Kushi Kabhie Gham, Kuch Kuch Hotta Hai, Mohabbaten, My Name Is Khan, Rab Ne Bana Jodhi, dan masih banyak film-film lainnya.
P.S
: Zzzttt... Semoga sahabatku sedang tidak tertawa saat sedang membaca tulisan
ini.
Penggemarmu
nomor satu,
@rintikkecil

0 Comments:
Post a Comment