Sunday, 16 February 2014

Yang Suka Menggambar

Kepada Rinda,

Selamat pagi Nda. Kudengar abu vulkanik juga tengah sampai ke Malang kota. Benarkah itu? Jangan lupa pakai masker kalau begitu. Ah, kamu pasti kaget mengapa pagi-pagi buta begini sudah mendapatkan surat dariku. Maaf jadi meminta waktumu untuk membaca surat ini. Tidak lebih dari lima menit kok.

Akhir-akhir ini aku jadi produktif menulis. Apalagi menulis surat. Kurasa aku mulai bersahabat baik dengan tulisan sama sepertimu dengan gambar-gambarmu.

“Anyone can draw if they just practice,” katamu. Tidak Nda, aku tidak sepenuhnya setuju. Karena bagiku, itu hanya berlaku untuk mereka yang mempunyai bakat alami dalam dirinya. Mempunyai potensi yang terkadang diri sendiri tidak pernah sadari. Tetapi potensi tersebut bisa diolah dengan baik dengan cara yang kamu sebutkan tadi. Practice. Dan kamu mempunyai bakat itu, mempunyai potensi itu. Percayalah.

Ada beberapa hal dalam hidupku yang kumasukkan dalam daftar hal yang tidak bisa dipaksakan untuk dilakukan. Salah satunya adalah menggambar. Bukan karena aku tidak menyenanginya. Mudahnya begini, andaikan potensi bisa dilihat sebagai pensil, maka tangan ini adalah penentuan tentang arah penggunaannya. Ini adalah perihal menyikapi. Kemudian menjadikannya sebagai hal yang disenangi. Juga tentang prioritas yang disepakati diri sendiri.

Itulah mengapa mereka yang memiliki kesamaan hal yang disenangi bisa berkumpul untuk berbagi, untuk mengembangkan diri. Itulah mengapa juga kemudian ada hal yang disebut dengan apresiasi. Pada akhirnya, kita tidak pernah bisa menggangap perkerjaan orang lain lebih mudah dari apa yang kita kerjakan (selama diri kita sendiri bahkan tidak bisa mengerjakan hal yang sama). Apapun itu, buat sesuatu itu bisa lebih bermakna dengan melakukannya sepenuh hati.

Tentang hati, aku percaya bahwa segala hal yang dilakukan dengan hati akan berbuah lebih manis. Tentu dengan catatan tidak melupakan segala bentuk aturan atau kaidah yang bisa membuat karya menjadi lebih indah.

Setiap orang adalah unik. Setiap orang akan hebat dengan menjadi dirinya sendiri. Aku setuju dengan kalimat ini, Nda. Hehehe Keep struggle for what we love to do. Keep struggle for who we love ones. Keep inspiring and encouraging each other.

Danke ya Nda. Thank you for being my very very good friend. Thank you for being in my ups and downs. Thank you for your all support. There is no other beautiful words except thank you. Thank you dear young talented sister.

Mari sama-sama berjuang untuk menulis skripsi, Nda. Mari buat masing-masing dari orang tua kita tersenyum bangga. FIGHTING!

P.S : Kapan jadi main ke rumahku?

Salamku,
Mbak Ra.

0 Comments: