Kepada
Rinda,
Selamat
pagi Nda. Kudengar abu vulkanik juga tengah sampai ke Malang kota. Benarkah
itu? Jangan lupa pakai masker kalau begitu. Ah, kamu pasti kaget mengapa
pagi-pagi buta begini sudah mendapatkan surat dariku. Maaf jadi meminta waktumu
untuk membaca surat ini. Tidak lebih dari lima menit kok.
Akhir-akhir
ini aku jadi produktif menulis. Apalagi menulis surat. Kurasa aku mulai
bersahabat baik dengan tulisan sama sepertimu dengan gambar-gambarmu.
“Anyone can draw if they just
practice,” katamu. Tidak Nda, aku tidak sepenuhnya setuju.
Karena bagiku, itu hanya berlaku untuk mereka yang mempunyai bakat alami dalam
dirinya. Mempunyai potensi yang terkadang diri sendiri tidak pernah sadari.
Tetapi potensi tersebut bisa diolah dengan baik dengan cara yang kamu sebutkan
tadi. Practice. Dan kamu mempunyai
bakat itu, mempunyai potensi itu. Percayalah.
Ada
beberapa hal dalam hidupku yang kumasukkan dalam daftar hal yang tidak bisa
dipaksakan untuk dilakukan. Salah satunya adalah menggambar. Bukan karena aku
tidak menyenanginya. Mudahnya begini, andaikan potensi bisa dilihat sebagai
pensil, maka tangan ini adalah penentuan tentang arah penggunaannya. Ini adalah
perihal menyikapi. Kemudian menjadikannya sebagai hal yang disenangi. Juga
tentang prioritas yang disepakati diri sendiri.
Itulah
mengapa mereka yang memiliki kesamaan hal yang disenangi bisa berkumpul untuk
berbagi, untuk mengembangkan diri. Itulah mengapa juga kemudian ada hal yang
disebut dengan apresiasi. Pada akhirnya, kita tidak pernah bisa menggangap
perkerjaan orang lain lebih mudah dari apa yang kita kerjakan (selama diri kita
sendiri bahkan tidak bisa mengerjakan hal yang sama). Apapun itu, buat sesuatu
itu bisa lebih bermakna dengan melakukannya sepenuh hati.
Tentang
hati, aku percaya bahwa segala hal yang dilakukan dengan hati akan berbuah
lebih manis. Tentu dengan catatan tidak melupakan segala bentuk aturan atau
kaidah yang bisa membuat karya menjadi lebih indah.
Setiap
orang adalah unik. Setiap orang akan hebat dengan menjadi dirinya sendiri. Aku
setuju dengan kalimat ini, Nda. Hehehe Keep
struggle for what we love to do. Keep struggle for who we love ones. Keep
inspiring and encouraging each other.
Danke ya Nda. Thank you for being
my very very good friend. Thank you for being in my ups and downs. Thank you
for your all support. There is no other beautiful words except thank you. Thank
you dear young talented sister.
Mari
sama-sama berjuang untuk menulis skripsi, Nda. Mari buat masing-masing dari
orang tua kita tersenyum bangga. FIGHTING!
P.S
: Kapan jadi main ke rumahku?
Salamku,
Mbak
Ra.

0 Comments:
Post a Comment