Dear
My best partner in crime,
Sudah
lama kita nantikan hari itu. Satu hari yang akan membawa kita pada langit
Yogyakarta. Satu hari yang akan membuat
kita dapat menjadikan segala bentuk rencana yang sudah kita catat rencanakan menjadi
nyata. Satu hari yang tet... tet.. tereeeet pada akhirnya ditunda. Iya, aku masih sangat
begitu ingat begitu ruwetnya proses keberangkatan kita. Terkadang apa yang kita
rencanakan bisa saja melenceng jauh dari kenyataan yang tak pernah sempat kita
pikirkan sebelumnya. Tapi inilah hidup. Hidup selalu membawa banyak kejutan
bukan? Membawa alur sebuah proses yang berliku, yang kadang membuat semangat
juga bahagia, kadang resah dan gugup, kadang membuat sebal dan sedih minta
ampun, kadang membuat rindu, dan masih banyak lagi perihal kadang-kadang yang tidak
akan muat jika kutulis dalam surat ini. Satu hal yang pasti, hari ini aku
merindukan langit Yogyakarta dan segala hal yang sudah terangkum dalam ingatan
paling membuat kita ingat pada tawa dan air mata.
Kemepetan
waktu dan langit Kota Malang yang sudah larut malam, membuatku harus menginap
di rumahmu sebelum kita meneruskan cara untuk mencari ganti kereta atau bus
esok pagi. Aku masih sangat begitu ingat betapa kita harus kecewa pada pihak
travel yang sudah kita pesan lalu dengan seenak udelnya saja membatalkan jadwal.
Huh! Yang pada faktanya mereka menyerahkan tiket keberangkatan kita pada orang
lain yang membayar harga tiket itu lebih mahal.
29
Juni 2013. Bertemu langit Yogyakarta pukul 2 malam. Kelimpungan menuju penginapan
sebelum pada akhirnya menemukan tempat kosan. Aku juga masih sangat ingat hari
itu. Juga tentang hal-hal seru yang kita lewati sama-sama selama satu bulan di
sana. Bertemu dengan wajah-wajah baru yang ramah, teman-teman dari UNS yang
menyenangkan, para staff kantor yang baiknya Masyaallah. Mas Cepot, Mas Sulis, Mbak
Yorsi, Mas yang bantu kita masak-masak itu siapa namanya? Aku lupa, tapi aku
ingat wajahnya. Hehehe
Intinya
aku kangen banyak hal tentang Yogyakarta. Tentang pertama kalinya kita melewati
bulan ramadhan di kota yang berbeda, bukan dengan keluarga. Melakukan hal-hal
baru yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Aku kangen sama Noodle Ice, namanya Murasaki kalau tidak
salah, kangen ngomel-ngomel nunggu bus Trans Jogja di shelter, kangen nyasar-nyasar
yang sampai 2 jam nggak sadar kalau kita nyasar, kangen suasana Malioboro malam
hari, kangen banyak tempat yang sudah pernah kita kunjungi. Kangen kehujanan
sewaktu pulang dari Kulon Progo. Kangen tidur, lalu pas bangun tiba-tiba kita
sudah di Jogja lagi. Ketawa dulu ah *hahaha*
Thank you for being my best partner
in crime. Thank you being my very very good friend. Thank you. Thank you. Thank
you for everything. Tahun ini kita akan lulus sama-sama,
wisuda sama-sama. Mari semangat skripsi!
P.S.
: Banyak orang di luar sana yang selalu berbisik-bisik maupun langsung
menanyakan, “Kenapa sih kalian selalu sama-sama?”
Saat
ini aku sudah menemukan jawabannya. Kita punya dunia yang kita cipta sendiri.
Dunia yang nggak akan bakal pernah bisa mereka mengerti dan masuki.
Dari perempuan imut yang nyebelin hahaha,



0 Comments:
Post a Comment