Thursday, 6 February 2014

Langit Yogyakarta

Dear My best partner in crime,

Sudah lama kita nantikan hari itu. Satu hari yang akan membawa kita pada langit Yogyakarta.  Satu hari yang akan membuat kita dapat menjadikan segala bentuk rencana yang sudah kita catat rencanakan menjadi nyata. Satu hari yang tet... tet.. tereeeet  pada akhirnya ditunda. Iya, aku masih sangat begitu ingat begitu ruwetnya proses keberangkatan kita. Terkadang apa yang kita rencanakan bisa saja melenceng jauh dari kenyataan yang tak pernah sempat kita pikirkan sebelumnya. Tapi inilah hidup. Hidup selalu membawa banyak kejutan bukan? Membawa alur sebuah proses yang berliku, yang kadang membuat semangat juga bahagia, kadang resah dan gugup, kadang membuat sebal dan sedih minta ampun, kadang membuat rindu, dan masih banyak lagi perihal kadang-kadang yang tidak akan muat jika kutulis dalam surat ini. Satu hal yang pasti, hari ini aku merindukan langit Yogyakarta dan segala hal yang sudah terangkum dalam ingatan paling membuat kita ingat pada tawa dan air mata.
Kemepetan waktu dan langit Kota Malang yang sudah larut malam, membuatku harus menginap di rumahmu sebelum kita meneruskan cara untuk mencari ganti kereta atau bus esok pagi. Aku masih sangat begitu ingat betapa kita harus kecewa pada pihak travel yang sudah kita pesan lalu dengan seenak udelnya saja membatalkan jadwal. Huh! Yang pada faktanya mereka menyerahkan tiket keberangkatan kita pada orang lain yang membayar harga tiket itu lebih mahal.
29 Juni 2013. Bertemu langit Yogyakarta pukul 2 malam. Kelimpungan menuju penginapan sebelum pada akhirnya menemukan tempat kosan. Aku juga masih sangat ingat hari itu. Juga tentang hal-hal seru yang kita lewati sama-sama selama satu bulan di sana. Bertemu dengan wajah-wajah baru yang ramah, teman-teman dari UNS yang menyenangkan, para staff kantor yang baiknya Masyaallah. Mas Cepot, Mas Sulis, Mbak Yorsi, Mas yang bantu kita masak-masak itu siapa namanya? Aku lupa, tapi aku ingat wajahnya. Hehehe
Intinya aku kangen banyak hal tentang Yogyakarta. Tentang pertama kalinya kita melewati bulan ramadhan di kota yang berbeda, bukan dengan keluarga. Melakukan hal-hal baru yang belum pernah kita lakukan sebelumnya. Aku kangen sama Noodle Ice, namanya Murasaki kalau tidak salah, kangen ngomel-ngomel nunggu bus Trans Jogja di shelter, kangen nyasar-nyasar yang sampai 2 jam nggak sadar kalau kita nyasar, kangen suasana Malioboro malam hari, kangen banyak tempat yang sudah pernah kita kunjungi. Kangen kehujanan sewaktu pulang dari Kulon Progo. Kangen tidur, lalu pas bangun tiba-tiba kita sudah di Jogja lagi. Ketawa dulu ah *hahaha*

Thank you for being my best partner in crime. Thank you being my very very good friend. Thank you. Thank you. Thank you for everything. Tahun ini kita akan lulus sama-sama, wisuda sama-sama. Mari semangat skripsi!

P.S. : Banyak orang di luar sana yang selalu berbisik-bisik maupun langsung menanyakan, “Kenapa sih kalian selalu sama-sama?”
Saat ini aku sudah menemukan jawabannya. Kita punya dunia yang kita cipta sendiri. Dunia yang nggak akan bakal pernah bisa mereka mengerti dan masuki. 

Dari perempuan imut yang nyebelin hahaha,
 - @rintikkecil

Hasil masakan kita selama di Jogja, ah kapan bisa masak bareng lagi? Hihihi

0 Comments: